"Kami menyesalkan dan mengutuk statemen hasutan oleh rabi Ovadia Yosef," kata juru bicara Deplu AS Philip Crowley seperti diberitakan Fox News, Senin (30/8/2010).
Diingatkannya, komentar rabi tersebut tidak mencerminkan pandangan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
"Komentar-komentar ini bukan cuma sangat ofensif, tapi hasutan seperti ini merugikan tujuan perdamaian," tutur Crowley.
"Seiring kita melangkah untuk memulai kembali negosiasi perdamaian, maka penting bahwa tindakan orang-orang di semua pihak membantu mencapai upaya kita, bukan menghalanginya," tegas Crowley.
Komentar itu disampaikan rabi tersebut hanya beberapa hari sebelum Abbas dan Netanyahu dijadwalkan tiba di Washington, AS untuk melakukan pembicaraan damai Timur Tengah. Negosiasi tersebut telah mandeg selama dua tahun belakangan ini.
Yosef merupakan pemimpin spiritual partai politik yang merupakan bagian dari pemerintahan koalisi pimpinan Netanyahu.
(ita/nrl)











































