"Kalau antar keluarga misalkan kirim ayam bekakak, ya boleh saja. Yang tidak boleh itu kalau memberi parsel yang punya nilai di balik pengiriman itu. Misalnya melicinkan usaha atau untuk mencari posisi jabatan," kata Menko Kesra Agung Laksono ketika ditemui wartawan di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (30/8/2010).
Agung mengatakan, parsel sebenarnya bertujuan untuk mempererat persahabatan. Makanya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerima jika rekan-rekannya mengirimkan parsel yang tujuannya baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung mengaku tidak pernah mau menerima parsel yang berupa barang berharga seperti mobil dan perhiasan.
Wacana soal penolakan parsel ini kembali ramai jelang lebaran. Bahkan sejumlah BUMN ramai-ramai beriklan di koran nasional untuk menolak pengiriman parsel. Antara lain Pertamina, PLN, Bank Mandiri, BNI, dan PT Jasa Marga.
Iklan seperti ini sebenarnya bukan hal yang asing. Pada Lebaran tahun lalu juga demikian. Sesuai imbauan KPK, penyelenggara negara dan yang berkaitan disarankan tidak menerima parsel. Kalaupun menerima parsel diharap melapor ke KPK.
(gun/nrl)











































