KPK Sangkal Tudingan Fahri Hamzah di Twitter

KPK Sangkal Tudingan Fahri Hamzah di Twitter

- detikNews
Senin, 30 Agu 2010 13:34 WIB
Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Fahri Hamzah mengkritisi KPK di situs microblogging twitter dengan berbagai tema. Mulai dari soal gaji hingga program pemberantasan korupsi yang dinilai kurang maksimal. KPK menyangkal semua itu.

"Di mana letak arogannya KPK? Orang kita yang dikriminalisasi," tegas juru bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (30/8/2010).

Johan menegaskan, jika KPK dinilai arogan dan sombong, maka perlu diperjelas kembali tudingan tersebut. Sebab, selama ini tidak pernah terjadi hal demikian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait pernyataan Fahri soal gaji satpam KPK yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pati Polri atau Kombes, Johan menyangkalnya. "Enggak mungkin lebih besar. Tenaga security kita ini outsource dan tender tiap tahun. Tidak mungkin," tegasnya.

Johan enggan menanggapi pernyataan Fahri lebih jauh. Terlebih lontaran kritikan tersebut disampaikan lewat twitter.

"Kalau lewat twitter nggak perlu ditanggapi, kecuali dalam forum resmi. Apalagi orangnya kan nggak jelas," tutupnya.

Sebelumnya, kritikan Fahri di situs mikroblogging mendorong para tweeps turut berkicau, dan balas mengecamnya. Sebab di timeline-nya, Fahri bersuara miring pada lembaga KPK.

"Kalian digaji besar...gaji satpam KPK sama dengan gaji kombes atau malah
pati...jangan sok jago...kalian juga anak bangsa kalian sendiri!!" tulis
politisi PKS ini.

Fahri mengatakan akan mencari pimpinan KPK yang bisa mengerti masalah secara
luas. "Percayalah! Kita tidak sedang mencari malaikat...kita cari manusia biasa, ada keberanian dan kuat karakternya..paham masalah secara luas!" tulisnya.

Namun, Fahri membantah dirinya menjelek-jelekkan KPK. Menurutnya, tulisannya di twitter merupakan bentuk kritikan terhadap KPK. "Memangnya tidak boleh kalau saya melakukan kritikan?" tanya dia saat berbincang dengan detikcom.

(mad/rdf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini