"Di mana letak arogannya KPK? Orang kita yang dikriminalisasi," tegas juru bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (30/8/2010).
Johan menegaskan, jika KPK dinilai arogan dan sombong, maka perlu diperjelas kembali tudingan tersebut. Sebab, selama ini tidak pernah terjadi hal demikian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Johan enggan menanggapi pernyataan Fahri lebih jauh. Terlebih lontaran kritikan tersebut disampaikan lewat twitter.
"Kalau lewat twitter nggak perlu ditanggapi, kecuali dalam forum resmi. Apalagi orangnya kan nggak jelas," tutupnya.
Sebelumnya, kritikan Fahri di situs mikroblogging mendorong para tweeps turut berkicau, dan balas mengecamnya. Sebab di timeline-nya, Fahri bersuara miring pada lembaga KPK.
"Kalian digaji besar...gaji satpam KPK sama dengan gaji kombes atau malah
pati...jangan sok jago...kalian juga anak bangsa kalian sendiri!!" tulis
politisi PKS ini.
Fahri mengatakan akan mencari pimpinan KPK yang bisa mengerti masalah secara
luas. "Percayalah! Kita tidak sedang mencari malaikat...kita cari manusia biasa, ada keberanian dan kuat karakternya..paham masalah secara luas!" tulisnya.
Namun, Fahri membantah dirinya menjelek-jelekkan KPK. Menurutnya, tulisannya di twitter merupakan bentuk kritikan terhadap KPK. "Memangnya tidak boleh kalau saya melakukan kritikan?" tanya dia saat berbincang dengan detikcom.
(mad/rdf)










































