Abdullah Hasibuan, salah seorang peternak menyatakan, lembunya yang berjumlah dua ekor terpaksa diungsikan segera, karena tidak ada yang merawat. Rumahnya yang berada di Desa Sukanalu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) termasuk kawasan Siaga I letusan Gunung Sinabung.
"Kampung sudah dikosongkan karena takut kena letusan, jadi tidak ada yang menjaga lembu-lembu itu. Dibiarkan pun tak bisa juga mencari makan sendiri, sebab rumput-rumput sudah tersiram debu bercampur belerang. Takutnya mati, maka ya terpaksa ikut diungsikan juga," kata Hasibuan di Sukanalu, Senin (30/8/2010).
Selain Hasibuan, beberapa warga pemilik ternak lainnya juga mengambil keputusan yang sama. Mereka memindahkan hewan ternaknya ke Kecamatan Merek, kawasan yang cukup jauh dari lokasi bencana. Untuk memindahkan ternak itu, para pemilik ternak membayar biaya angkut antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per ekor ternak. Bergantung jenis ternak, kambing, lembu atau kerbau.
"Di Merek, ada yang akan memelihara ternak ternak-ternak tersebut. Nanti kami ambil kembali kalau situasi sudah membaik," kata Hasibuan.
(djo/djo)











































