Pengamatan detikcom, Senin (30/8/2010), para pedagang berjejer mulai dari Pondok Indah Mal (PIM) hingga Rumah Sakit (RS) Pondok Indah menuju Lebak Bulus, Jalan Pondok Indah Raya, Jakarta Selatan. Sedangkan arah Lebak Bulus menuju Pondok Indah, tidak tampak adanya para pedagang uang pecahan.
Mereka menawarkan uang pecahan kepada setiap pengendara yang melintas. Ada yang berdiri, ada juga yang sambil duduk di kursi plastik. Mayoritas pedagang uang pecahan adalah kaum ibu.
"Saya modalnya Rp 30 juta. Pinjam sama orang. Untungnya 6 persen. Hari ini baru laku Rp 100 ribu, saya jual Rp 110 ribu," kata Leni (42), seorang pedagang uang pecahan.
Leni sudah seminggu berdagang uang pecahan. Ia bekerja 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. "Saya akan dagang hingga malam takbiran," ujar Leni.
Hingga siang ini, baru sedikit pembeli yang berminat membeli uang pecahan yang biasa digunakan untuk 'angpau' lebaran.
(aan/fay)











































