"Apa yang menjadi penyebab matinya sistem radar saat ini sedang kita selidiki. Kalau sudah ada hasilnya pasti kita sampaikan," ujar Dirjen Hubud Kemenhub, Herry Bakti, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (29/8/2010) malam.
Herry enggan menjelaskan lebih rinci perihal tim investigasi yang dimaksudkannya. Namun demikian Herry mengatakan selama ini jajarannya sudah melakukan perawatan dengan baik, sistem radar yang telah berusia 14 tahun tersebut.
"Penyelidikan ini untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab matinya radar. Sehingga kejadian serupa tidak akan terulang lagi nantinya," imbuhnya.
Sistem radar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mati disebabkan fasilitas itu sudah terlalu tua. Direktorat Perhubungan Udara (Hubud) Kementerian Perhubungan segera mengganti dengan sistem radar yang baru seharga Rp 900 M.
(her/van)











































