"Selama ini PKS dikenal sebagai partai bersih. Lalu bagaimana dengan sikap kadernya yang mencoba melemahkan KPK?" kata peneliti hukum Indonesia Corrution Watch (ICW) Febridiansyah di Jakarta, Minggu (29/8/2010).
Sikap diam PKS atas pernyataan Fahri yang dinilai 'menyerang' KPK dikhawatirkan justru akan merusak citra partai yang dikenal pro pada pemberantasan korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kritikan Fahri di situs mikroblogging mendorong para tweeps turut berkicau, balas mengecamnya. Sebab di timelinenya, Fahri bersuara miring pada lembaga KPK.
"Kalian digaji besar...gaji satpam KPK sama dengan gaji kombes atau malah pati...jangan sok jago...kalian juga anak bangsa kalian sendiri!!" tulis politisi PKS ini.
Fahri mengatakan akan mencari pimpinan KPK yang bisa mengerti masalah secara luas. "Percayalah! Kita tidak sedang mencari malaikat...kita cari manusia biasa, ada keberanian dan kuat karakternya..paham masalah secara luas!" tulisnya.
Namun, Fahri membantah dirinya menjelek-jelekkan KPK. Menurutnya, tulisannya di twitter merupakan bentuk kritikan terhadap KPK. "Memangnya tidak boleh kalau saya melakukan kritikan?" tanya dia saat berbincang dengan detikcom. (ndr/van)











































