"Itu sistem radarnya sudah lama sekali, sudah tua. Teknologinya juga sudah ketinggalan zaman itu, sudah kadaluwarsa," kata pengamat penerbangan Alvin Lie saat berbincang dengan detikcom, Minggu (29/8/2010).
Alvin menjelaskan, selain sudah tua, teknologi radar yang ada di Bandara Soekarno-Hatta hanya bisa melihat lalu lintas dan letak pesawat tapi tidak bisa melihat kondisi cuaca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, radar itu harusnya sudah diganti sejak 10 tahun yang lalu. "Harusnya diperhatikan oleh pemerintah. Ini menyangkut keselamatan," imbuh penghobi olahraga dirgantara ini.
Hari ini, Minggu (29/8/2010) pukul 09.00-09.40 WIB, sistem radar Bandara Soekarno-Hatta mati total, sehingga beberapa pesawat harus putar-putar di udara lebih lama untuk menunggu giliran mendarat.
Ketua Indonesian Air Traffic Controllers Association (IATCA), Imam Waski, mengakui sistem radar di Cengkareng sudah tua, berusia lebih 15 tahun. "Sebab hal ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan para penumpang. Harus diperhatikan secara serius," kata Imam.
(ayu/nrl)










































