Sering Mati, Sistem Radar Bandara Soekarno-Hatta Harus Segera Diganti

Sering Mati, Sistem Radar Bandara Soekarno-Hatta Harus Segera Diganti

- detikNews
Minggu, 29 Agu 2010 12:43 WIB
Jakarta - Sistem radar Bandara Soekarno-Hatta mati total pada pukul 09.00-09.40 WIB, Minggu (29/8/2010) sehingga menyebabkan pesawat berputar-putar di angkasa untuk antre mendarat. Kejadian ini sudah sering terjadi sehingga fasilitas urgen itu harus segera diganti.

"Sudah sejak beberapa tahun lalu, sistem radarnya sering mati. Jadi selama ini kita menyiapkan kalau sistem radar mati, kita pakai manual atau sistem non-radar," kata Ketua Indonesian Air Traffic Controllers Association (IATCA), Imam Waski, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (29/8/2010).

Menurut dia, peralatan sistem radar di Bandara Soekarno-Hatta sudah berusia lebih dari 15 tahun, sehingga harus segera diperbarui. "Sebab hal ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan para penumpang. Harus diperhatikan secara serius," kata Imam.

Kalau sistem radar tidak diperbarui, akan mempengaruhi jumlah pesawat yang beraktivitas di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kalau biasanya dengan sistem radar bisa ada 900 kali pergerakan pesawat, tanpa sistem radar cuma bisa 200 kali. Sebab tanpa radar, waktu yang dibutuhkan lebih lama," ujar dia.

Dia mencontohkan, jika memakai radar, pergerakan antarpesawat berkisar 3-4 menit. Tapi jika non-radar makan waktu 10 menit.

Oleh sebab itu, ia mengimbau pihak terkait yaitu PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soekarno-Hatta dan pemerintah agar segera mengganti peralatan radar tersebut.

"Kita sudah sempat kirim surat juga ke Pak Menteri (Menhub), tapi belum ada respons. Mungkin Pak Menteri tidak bisa kerja sendirian. Ini vital sekali, apalagi di Jakarta. Sedikit salah saja jadi sorotan internasional," ungkap Imam.

(ayu/nrl)


Berita Terkait