"Sesungguhnya Gunung Sinabung masih menyimpan potensi ledakan. Ada kemiripan situasi Gunung Sinabung sekarang dengan Gunung Krakatau sebelum meletus," kata Staf Khusus Presiden Bidang Penanganan Bencana dan Sosial, Andi Arief, kepada detikcom, Minggu (29/8/2010).
"Intensitas hujan yang tinggi, dan air hujan masuk ke kawah Sinabung sehingga berubah menjadi uap bertekanan tinggi. Hal itu memicu letusan freatik atau uap air, disertai abu vulkanik," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita lihat beberapa sumber bacaan terjadinya letusan Krakatau 1883 hampir mirip, dimana air laut masuk kawah," imbuhnya.
Kemiripan kedua, dinding Gunung Sinabung pun mulai runtuh, karena tekanan uap air mendidih bertekanan tinggi. Sebelum meletus, uap air Gunung Krakatau juga mendidih bertekanan tinggi dan meletupΒ meruntuhkan dinding Kratakau.
Uniknya, letusan Gunung Krakatau juga terjadi pada tanggal 26, 27, dan 28 Agustus tahun 1883. "Mudah-mudahan hanya kemiripan saja," katanya.
(djo/irw)











































