"Di tahun 2005, Presiden SBY sukses melakukan diplomasi memperjuangkan nasib TKI bernama Suhaidi bin Asnawi dari hukuman mati," kata Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, kepada detikcom, Sabtu (28/8/2010).
Menurut Andi, sikap yang sama juga akan dilakukan SBY terkait 3 TKI yang kini terancam hukuman mati di negeri jiran itu. SBY telah menginstruksikan Kemlu, dan Menakertrans memfasilitasi pertemuan dan keberangkatan pihak keluarga tiga TKI itu.
"SBY juga membentuk tim yang kuat dan serius. Perlindungan WNI mutlak harus dilakukan," tegas Andi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini soal serius untuk didalami. Satu WNI saja sangat berharga, apa lagi mencapai ratusan. KBRI di lain negara juga diharapkan untuk melakukan hal yang serupa," tutur Andi.
(djo/gah)










































