Dirjen Perkeretaapian, Tunjung Inderawan, menceritakan sejak minggu lalu ia sudah menyusuri jalur Jakarta, Cirebon, Yogya, Banyuwangi, Pekalongan hingga Surabaya. Tunjung ingin melihat kesiapan sarana, prasarana dan SDM yang mereka miliki dalam menyambut hari raya Lebaran.
Dalam pemantauannya, Tunjung menemukan beberapa persoalan yang harus segera diatasi. Mulai dari ada wilayah yang rawan pelemparan, pencurian, tanah yang labil, longsor serta jembatan yang harus kembali diperkuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk rawan pencurian, Tunjung menyebut daerah Jatiroto-Banyuwangi. Tanah di sekitar kawasan Lamongan, lanjut Tunjung, juga tergolong labil. Jalurnya diperkirakan sepanjang 1,5 KM.
Untuk jalur pantura, Tunjung berharap jangan ada kereta yang melaju cepat. Pasalnya trek di kawasan ini cukup berkelok-kelok.
"Agak diperlambat supaya tidak keluar jalur, ke depan akan kita bikin supaya rel nya lurus," jelas Tunjung.
Jembatan yang melintasi sungai Serayu, arah Kroya ke Bandung juga harus ada yang diperkuat beberapa pondasinya. "Tapi saya yakin, sebelum arus mudik dimulai, seluruhnya bisa diatasi, kita semua terus bekerja," jawab Tunjung.
(mok/gah)











































