"Kami menyambut pembebasan Aijalon Mahli Gomes dan lega karena dia akan segera bersatu kembali dengan keluarganya," kata juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Philip Crowley dalam statemennya.
"Kami menghargai upaya kemanusiaan mantan Presiden Carter dan menyambut keputusan Korut untuk memberikan Gomes amnesti khusus dan mengizinkan dia kembali ke AS," imbuh Crowley seperti dilansir Reuters, Jumat (27/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Carter telah bertolak meninggalkan Pyongyang bersama Gomes pada Jumat, 27 Agustus waktu setempat dan tengah dalam perjalanan menuju Boston.
Menurut Crowley, kunjungan Carter ke Korut tersebut merupakan misi kemanusiaan yang sifatnya pribadi dan tak resmi.
"Mantan presiden bepergian atas undangan pemerintah DPRK (Korut). Pemerintah AS tidak mengusulkan ataupun mengatur kunjungan itu," kata Crowley.
Ditambahkan Crowley, Deplu AS setuju dengan keputusan Carter untuk menerima undangan Korut sebab kesehatan Gomes berisiko serius jika dia tidak segera mendapat perawatan di AS.
(ita/nrl)











































