Kerangka yang diduga sebagai kerangka Suhardi tersebut ditemukan dikubur di dalam Gua Cerme, Bantul. Yulianto mengakui membunuh dan mengubur Suhardi di tempat yang sama pada tahun 2006 lalu.
Otopsi terhadap jenazah dilakukan di Ruang Labfor RS Dr Moewardi, Solo, Jumat (27/8/2010). Dari hasil identifikasi diketahui kerangka yang ditemukan tersebut berjenis kelamin pria. Saat dibunuh, korban berusia antara 20 tahun hingga 40 tahun dan jasadnya telah dikubur sekitar empat hingga lima tahun. Saat digali, kerangka korban dalam kondisi yang tidak lengkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus dugaan pembunuhan berantai ini terungkap atas kecurigaan rekan-rekan Kopda Santoso, salah satu korban, terhadap Yulianto. Sebab sebelum menghilang, Santoso pamit akan berobat ke rumah Yulianto yang berprofesi sebagai dukun pijat.
Saat didesak, Yulianto mengaku telah membunuh Santoso dan menguburnya di halaman rumah. Yulianto mengaku membunuh Santoso untuk menguasai harta anggota Kopassus tersebut.
Dan setelah dilakukan pengembangan, ternyata korban kekejian Yulianto lebih dari dua orang. Polisi menduga, Yulianto telah menghabisi nyawa 6 korbannya. Pria yang dikenal pendiam dan pemarah itu ditengarai sedang menuntut ilmu pesugihan.
(djo/djo)










































