"Lebih banyak bukan itunya (senang) karena bukan hal yang menyenangkan. Senang itu sesuatu yang hedonis. Itu tanggung jawab, tugas mulia. Bisa dikatakan itu kehormatan," ujar Busyro kepada detikcom, Jumat (27/8/2010).
Menurut Busyro, terpilihnya dia menjadi calon pimpinan KPK menunjukkan suatu kepercayaan padanya. Sebab tugas pimpinan KPK membutuhkan tanggung jawab, kejujuran, keberanian, kearifan, doa dan kritik.
Busyro diberitahu teman-temannya saat terpilih menjadi calon pimpinan KPK. Dia sama sekali tidak memiliki firasat apa pun.
"Saya sehari ini di kendaraan terus," katanya.
Untuk menghadapi fit and proper test di DPR, Busyro mengaku tidak memiliki persiapan khusus. Dia akan mengikuti prosedur yang berlaku.
"Seperti biasa saja ya sekilas baca-baca buku yang terkait. Saya mengikuti prosedur yang sudah standar, saya taati saja," kata Busyro.
Jika nantinya terpilih menjadi pimpinan KPK, Busyro terlebih dulu akan konsolidasi dengan 4 pimpinan KPK lainnya.
"Konsolidasi ke dalam terlebih dulu, seperti aspek kepemimpinan, manajemen, peta korupsi," tutupnya.
(nik/nrl)











































