"Dorongan travel advisory itu normatif saja, kan Malaysia di demo dan mau disweeping," ujar Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/8/2010).
Menurut Marzuki, Menlu Malaysia cepat mengambil tindakan karena merasa ada provokasi. Menlu Malaysia dinilai mencoba mengamankan warganya. "Kalau warganya terancam, siapa pun, negara mana pun akan melakukan hal yang sama," jelas Marzuki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalahnya pelajar Indonesia jumlahnya 10.000 loh. Apalagi kita banyak TKI yang masih bermasalah," tutupnya.
(van/yid)










































