Pos-pos itu tersebar di sepanjang jalur mudik. Pos-pos itu juga terdapat di sejumlah terminal atau pelabuhan.
"Kalau memang sakit jangan ragu-ragu untuk beristirahat di pos kesiapan kesehatan terdekat," kata Candra Yoga Aditama, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lapangan (P2PL), Kemenkes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Candra mengimbau agar para pemudik tidak memaksakan diri. Jika memang tidak kuat, sebaiknya para pemudik diimbau berhenti sejenak. "Jangan sampai tanggung sudah dekat tujuan, isirahat dan periksakan kesehatan, gratis," katanya.
Ia juga mengingatkan perilaku menjaga kebersihan. "Saya ingatkan CTPS, cuci tangan pakai sabun, itu penting untuk masyarakat," katanya.
Pemudik juga diimbau menjaga stamina dan kondisi tubuhnya jika hendak berangkat. "Jangan sampai pulang kantor, siap-siap dan langsung pergi mudik. Harus ada istirahat dulu, supaya kondisi di perjalanan memungkinkan mengendarai kendaraan," katanya.
Disinggung mengenai besaran alokasi untuk posko kesiapan pelayanan kesehatan mudik 2010, Candra mengaku tidak mengetahuinya. "Agak sulit menjawab total anggaran. saya enggak ingat. Angka saya enggak akan ingat," jawabnya.
Sepanjang jalur mudik Jawa-Lampung, Kemenkes menyiapkan 3.719 puskesmas, 500 pos kesehatan lapangan terdiri dari 418 Dina Kesehatan dan 82 Kantor Kesehatan Pelabuhan, 1.229 ambulans puskesmas, dan 98 rumah sakit pemerintah.
Sementara untuk pos kesehatan di pelabuhan mulai siaga di H-14 sedangkan di bandara H-7.
(ahy/ken)











































