"Baguslah. Saya kira sudah tepat. Sudah pas mereka berdua. Kita harus hormati," kata Jimly kepada detikcom, Jumat (27/8/2010).
Jimly mengaku memang dirinya gagal seleksi wawancara, karena tidak bersedia menjabat sebagai Wakil Ketua KPK. Jimly hanya mau menjadi Ketua KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jimly mengatakan, pertanyaan dalam wawancara seharusnya mengenai pencalonan. Namun yang ditanyakan kepada dirinya mengenai pemilihan pimpinan KPK.
Calon pimpinan KPK diminta menandatangani kontrak agar tidak mengundurkan diri selama proses pencalonan pimpinan KPK. Tapi Jimly mengaku tak bersedia dan akan mengundurkan dirinya jika menjabat sebagai Wakil Ketua KPK.
"Pertanyaannya standar semua. Nantikan selanjutnya ada fit proper test di DPR. 4 calon sebelumnya juga bisa saja jadi ketua. Nah saya nggak bersedia jadi wakil. Itu saja," akunya.
(gus/fay)











































