Dari pantauan detikcom, Jum'at (27/8/2010), unjuk rasa mulai berlangsung sejak pukul 10.00 WIB. Massa yang terdiri dari ibu-ibu hingga anak-anak ini meminta pintu barel segera dibuka. Sebab, penutupan pintu ini membuat usaha fotokopi, warung, hingga rumah makan jadi sepi pembeli.
"Sejak ditutup, usaha fotokopi, warnet, warung makan dan tempat kos-kosan jadi terganggu pendapatannya," ujar koordinator aksi, Hengky, kepada detikcom di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berorasi, massa juga membawa sejumlah karton bertuliskan protes kepada pihak kampus. Salah satunya tertulis 'Pak Rektor tolong buka pintu barel, karena ini bukan milik pak rektor'.
Aksi yang digelar warga ini bertepatan dengan digelarnya acara wisuda di Balairung UI. Tak heran jika puluhan polisi dan satpam kampus berjaga-jaga, dan menghalangi massa untuk mendekati gedung digelarnya wisuda.
"Pihak kampus sempat minta supaya kami tidak melakukan aksi ini, karena ada hajatan. Tapi dari tanggal 31 Mei lalu, kami juga terus dilarang. Apakah selama 3 bulan itu ada hajatan terus," kritik Hengky.
(gun/nrl)











































