Sejak pagi, dua nama tersebut memang terus jadi perbincangan sejumlah orang. Bukan hanya karena reputasinya, melainkan dari hasil tes wawancara yang dinilai cukup baik.
Bambang, dalam wawancara yang digelar di Kemenkum HAM, Kamis (26/8) kemarin, mengaku siap mati dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan KPK. Sambil terisak, Bambang menceritakan pengalamannya ketika mendapat ancaman beberapa tahun silam saat ia masih bertugas di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan ditempatkan di Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Busyro, mengaku siap memimpin KPK dengan gaya kepemimpinan yang lebih tegas. Sikap lembek seperti yang dinilai sejumlah orang ketika memimpin KY akan ditinggalkan.
"KPK butuh pemimpin dan sistem yang kolegial. Butuh moral tidak bisa berkompromi yang rasa-rasanya selama saya di KY, kompromi itu tidak dikenal, independensi terawat," terang Busyro.
Nama Jimly sebelumnya juga disebut-sebut santer menjadi calon kuat pimpinan KPK. Namun sayang, dia enggan menjabat jika tidak terpilih sebagai Ketua KPK. Sikap inilah yang kemungkinan besar bakal mengganjalnya.
Sementara empat calon lainnya, Chaerul Rasjid, Fachmi, I Wayan Sudirta dan Melli Darsa masih berpeluang untuk lolos, tapi berdasarkan kabar yang beredar sangat tipis.
Saat dikonfirmasi soal dua nama tersebut, sekretaris Pansel Achmad Ubbe enggan memberikan jawaban pasti. Menurut Ubbe, pengumuman resmi akan disampaikan di Istana usai penyerahan laporan ke presiden.
"Maaf, saya belum bisa berkomentar. Nanti saja langsung dengar pengumumannya di istana," tegas Ubbe saat dihubungi detikcom, Jumat (27/8/2010).
Ubbe juga enggan menanggapi ketika didesak dari profesi mana dua calon pimpinan KPK yang lolos. Dia menegaskan, hanya calon terbaik yang akan dipilih oleh pansel untuk diserahkan ke presiden.
"Kita akan bekerja secara profesional," tutupnya.
(mad/asy)










































