"Ruginya akan lebih banyak terutama kita telah merusak tatanan yang dibangun oleh masyarakat. Kita punya stigma sebagai bangsa yang tidak bisa mengendalikan diri," ujar pengamat politik internasional dari UI, Hariyadi Wirawan PhD, kepada detikcom, Jumat (27/8/2010).
Dari segi ekonomi, lanjut Hariyadi, banyak pekerja dari Malaysia yang bekerja di Indonesia terutama restoran Indonesia. Sementara ribuan tenaga kerja Indonesia bergantung kerja pada negeri jiran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hariyadi apa pun bentuknya konfrontasi, yang jelas merugikan kedua belah pihak. Sudah selayaknya memberikan kesempatan kepada Presiden dan jajaran Kementerian Luar negeri untuk terus menempuh jalur diplomasi yang elegan.
"Ada pihak-pihak yang tidak paham betul masalahnya, tapi memanas-manasi situasi. Beri kesempatan kepada Menlu, termasuk Presiden, mencari jalan keluar yang pantas dan layak. Civil society perlu mengontrol," jelasnya.
(mpr/nrl)











































