PPI Sesalkan Insiden Pelemparan Tinja di Kedubes Malaysia

PPI Sesalkan Insiden Pelemparan Tinja di Kedubes Malaysia

- detikNews
Jumat, 27 Agu 2010 06:40 WIB
Kuala Lumpur - Hubungan Indonesia-Malaysia kembali memanas dipicu kasus penangkapan petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh Polisi Marin Malaysia. Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Malaysia menyayangkan penyikapan kasus ini oleh sekelompok masyarakat di Tanah Air yang berlebihan sehingga semakin memperkeruh situasi hubungan Indonesia-Malaysia.

"Kami sangat menyayangkan aksi massa beberapa waktu lalu di depan kedutaan besar Malaysia di Jakarta yang tidak mencerminkan nilai-nilai dan jati diri budaya bangsa Indonesia," ujar Ketua PPIM Muhammad Hamidi kepada detikcom di Kuala Lumpur, Kamis (26/8/2010).

PPIM menurut Hamidi, meminta agar pemerintah Indonesia mengambil tindakan segera atas insiden yang memalukan di depan kedutaan Malaysia tersebut. Dia juga meminta agar media-media di Indonesia lebih objektif dalam menyampaikan laporan yang berkaitan dengan hubungan baik Indonesia-Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena ini untuk menghindari keretakan hubungan bilateral kedua negara yang sudah terjalin," cetusnya.

Meski demikian, dia juga sangat menyesalkan terjadinya pencurian ikan dan tindakan polisi marin Malaysia yang menahan tiga petugas DKP yang sedang menjalankan tugas di perairan Indonesia. Dia menegaskan, masalah pelanggaran batas wilayah negara Indonesia merupakan masalah yang dapat mengganggu kedaulatan Indonesia. Karena itu wajar jika ada upaya melindungi kedaulatan.

"Karena itu pemerintah Indonesia dan Malaysia sebaiknya secepatnya menyelesaikan masalah batas wilayah perairan yang belum selesai sampai sekarang," imbuh mahasiswa S2 di Universiti Malaysia ini.

Wakil Ketua PPI Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Pramudita Lestari menambahkan, sikap ketidakpuasan sebagian masyarakat Indonesia terhadap cara penanganan pemerintah sebaiknya jangan diekspresikan dengan melecehkan simbol negara lain.

"Selain terus memainkan peran diplomatik, peran media juga sangat besar untuk mengembalikan hubungan baik kedua negara ini. Sebab masih banyak rakyat Indonesia yang menelan begitu saja berita tanpa diteliti tanpa dicerna,"tuturnya

Mahasiswa Fakultas Ekonomi UKM ini mengaku, memanasnya hubungan kedua negara beberapa hari terakhir tidak berpengaruh terhadap pendidikan mahasiswa Indonesia di Malaysia.

"Selama ini respon mereka masih positif dengan kami selaku pelajar yang belajar dan hidup di negara mereka. Saya pun sebagai duta Indonesia secara tidak langsung, selalu berupaya untuk menjawab apa yang sebenarnya terjadi dengan tidak merendahkan martabat bangsa saya sendiri," tuturnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data tahun 2008 dari KBRI Kuala Lumpur, jumlah mahasiswa Indonesia di Malaysia mencapai lebih dari 10 ribu orang yang tersebar di berbagai kampus pemerintah dan swasta, mulai jenjang S-1 hingga post-doctoral.

(rmd/rdf)


Berita Terkait