Tim yang dipimpin langsung oleh Kapolres Sukoharjo, AKBP Suharyono, membawa Yulianto naik ke lereng Merapi, Kamis (26/8/2010). Sebelumnya Yulianto mengaku telah membunuh dan mengubur salah satu korban yang diakuinya sebagai teman perempuannya, di sebuah tempat di pos pendakian terakhir Merapi, atau sekitar satu jam perjalanan menuju puncak Merapi.
Namun sesampai di lokasi yang oleh warga sering disebut kawasan Pasar Bubrah tersebut, polisi kesulitan menemukan lokasi yang disebut oleh Yulianto. Yulianto yang diajak langsung ke lokasi ternyata juga mengaku tidak mengenali lagi secara pasti tempat dia dulu mengubur korbannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut penjelasan warga sekitar lereng Merapi, selama 19 tahun terakhir telah terjadi setidaknya tiga kali letusan Merapi berskala besar. Sejumlah lokasi di lereng Merapi, termasuk di Pasar Bubrah, telah banyak berubah karena tertimbun material baru yang cukup dalam akibat letusan.
Karena kondisi tersebut, akhirnya tim dari Polres Sukoharjo memutuskan untuk turun dan menghentikan pencarian. Alasan penghentian adalah karena pada kondisi malam, tim yang hanya berbekal alat seadanya dipastikan kesulitan meneruskan usaha pencarian. Di samping itu tersangka sendiri juga sudah kesulitan menentukan titik yang dimaksudnya.
(mbr/rdf)











































