tampil untuk membangun kembali peradaban Islam. Caranya dengan selalu
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Sebagai kaum muslim, kita dituntut untuk menjadi kekuatan perubahan yang bersifat transformatif, serta mendukung terbangunnya peradaban Islam yang rahmatan lil alamin. Dan, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, sudah saatnya Indonesia ikut tampil di garda depan, untuk membangunΒ kembali peradaban Islam yang unggul dan mulia. Saya yakin dan percaya, tugas sejarah itu dapat kita emban dengan baik," tutur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal itu disampaikan SBY dalam Peringatan Nuzulul Quran Nasional di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (26/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahwa Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa, untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Inilah perpaduan dari keseimbangan esensi dzikir dan fikir, yang mampu membawa kebangkitan ilmu pengetahuan dan teknologi di Tanah Air kita," katanya.
"Karena itu, sebagai umat Islam kita wajib membaca dan memahami ayat-ayat Allah, baik ayat-ayat yang termaktub di dalam kitab suci Alquran, maupun 'ayat-ayat' yang terbentang luas di jagat raya ini," ajak SBY.
Dalam acara yang bertema 'Alquran dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan' ini tampak hadir juga Ketua DPR Marzuki Alie, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II seperti Menkopolhukam Djoko Suyanto, Mendiknas M Nuh, Menkominfo Tifatul Sembiring, Mensos Saleh Segaf Al Jufri, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Mohamad, Menteri ESDM Darwin Z Saleh, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Agama Suryadharma Ali dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
(nwk/rdf)











































