Busyro mengakui jika gaya seperti itu memang dia terapkan selama menjabat sebagai Ketua KY. Namun Busyro menolak jika gaya kepemimpinan seperti itu dianggap dapat menghambat dirinya jika dia dipercaya memimpin KPK.
"KPK butuh pemimpin dan sistem yang kolegial. Butuh moral tidak bisa berkompromi yang rasa-rasanya selama saya di KY, kompromi itu tidak dikenal, independensi terawat," terang Busyro saat diwawancara pansel di Gedung Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tuhan memberikan penghargaan walaupun satu bulan," tegasnya.
(mok/rdf)











































