"Di Aceh mereka tahu, tapi di samping Mako Brimbob tidak tahu. Setiap orangnya mendapat 40 butir amunisi dan mereka berlatih selama satu minggu di sana," ujar Direktur An Nashr Institute, Munarman.
Hal tersebut dikatakannya dalam diskusi Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan (KKSK) bertajuk "Polisi Dalang Terorisme?", di Intiland Tower, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (26/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkonfirmasi, orang yang buat pengakuan itu sembilan orang yang latihan di markas Brimob." terangnya.
Sementara itu,Β Kepala Bidang Mitra Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Zulkarnain membantah keterangan Munarman yang menyatakan ada latihan tembak di Mako Brimob.
"Susupan saya rasa tidak. Kalau polisi sengaja, dari mana bisa mengkonklusikan itu." bantah Zulkarnaen.
(fiq/rdf)











































