Pelatihan militer di Penggunungan Jalin, Jantho, Aceh Besar diduga adalah ide Dulmatin. "Dulmatin adalah pimpinan sekaligus yang mengusulkan Aceh sebagai tempat latihan," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Feritas.
Hal ini ia sampaikan saat membacakan dakwaan atas empat terdakwa teroris, Adi Munadi, Deni Suhendra, Munir (Abu Rimba) dan Ade Mirodz, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Jl S Parman, Jakarta, Kamis (26/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulmatin mengajak untuk memerangi orang-orang kafir seperti di Moro, Filipina," tambahnya.
Dalam persidangan tersebut juga terungkap bila pelatihan militer yang dilakukan di penggunungan Jalin, menggunakan senjata api organik TNI.
"Senjata api yang digunakan dalam pelatihan tersebut yakni, 9 pucuk M-16, 5 pucuk AK-47, 1 pucuk AK-56 dan 2 pucuk revolver dengan persediaan amunisi sebanyak 20 ribu butir," tambahnya.
Tujuan latihan tersebut menurut Feritas adalah untuk mendirikan negara Islam sekaligus mendeklarasikan berdirinya Tanzim Al-Qaeda Serambi Mekah. Latihan militer tersebut diikuti sekitar 40 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
"Target mereka adalah NGO asing, salon-salon, mal, dan tempat wisata yang kerap didatangi orang asing di Aceh," imbuhnya.
(her/fay)











































