Rencana pembangunan masjid dan pusat budaya Islam itu ditentang keras oleh para politikus konservatif dan banyak warga AS. Mereka yang menentang rencana tersebut keberatan soal lokasinya, yang hanya dua blok dari lokasi runtuhnya gedung World Trade Center (WTC) akibat serangan teroris 11 September 2001 tersebut. Menurut mereka, hal tersebut melukai perasaan keluarga ribuan korban yang tewas dalam serangan teroris itu.
Namun koalisi New York Neighbors for American Values sepenuhnya mendukung rencana pembangunan masjid tersebut. Menurut koalisi yang baru terbentu itu, perdebatan soal itu telah menimbulkan ketakutan dan perpecahan. Koalisi yang terdiri dari sekitar 40 kelompok sipil dan agama tersebut sepakat untuk berjuang menegakkan kebebasan sesuai konstitusi AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami 100 persen mendukung penuh pusat budaya Islam di New York City," ujar wanita yang putrinya tewas dalam serangan di WTC.
Perdebatan mengenai rencana pembangunan pusat Islam tersebut telah menjadi perdebatan nasional. Sejumlah politikus Partai Republik yang menentang keras rencana itu bertekad akan menggunakan isu ini untuk merebut mayoritas kursi Kongres dari Partai Demokrat dalam pemilihan parlemen AS, November mendatang.
Sejumlah polling di AS menunjukkan setidaknya 60 persen warga AS menentang pembangunan tersebut. Mereka yang menentang keberatan soal pemilihan lokasi dan mengatakan setuju asalkan dibangun di tempat lain.
(ita/nrl)











































