"Dia boleh saja tidak mengaku, tapi kaos hitam yang dia dipakai pada saat ditangkap sama," kata Kasat Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Nico Afinta di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (26/8/2010).
Nico menyatakan, Mahmed dan Yaman Alper alias Saeed Heidarrirad ditangkap berdasarkan informasi sopir rental yang pernah melihat wajah mereka di televisi. "Info itu kemudian kita tindak lanjuti," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut paspor yang mereka gunakan, dua orang warga Turki itu pernah masuk ke negara Vietnam dan Malaysia. "Mereka masuk Indonesia dengan visa turis. Kejahatan yang dilakukan bukan cuma di Lampung tapi di daerah lainnya," katanya.
CCTV aksi hipnosis warga asing itu diputar berulang-ulang di MetroTV dan TVOne. Semua pekerja di minimarket di Lampung itu terperdaya. Mereka baru sadar kemalingan setelah para penjahat berkelompok itu pergi.
(nal/nrl)










































