Bantuan tersebut diberikan oleh Stafsus Presiden bidang Pembangunan Daerah, Velix Wanggai, dan Stafsus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief. Bantuan diberikan melalui asisten Stafsus Presiden, Akuat Supriyanto, yang datang langsung ke rumah korban di Tual, Kamis (26/8/2010).
"Kami juga membawa surat yang berisi ucapan duka dan dorongan semangat dari Presiden SBY bagi keluarga almarhum Ridwan," ujar Akuat kepada detikcom.
Ditambahkan Akuat, dalam kunjungannya tersebut pihaknya akan melakukan berbagai agenda lain. Di antaranya melakukan pertemuan dengan wartawan lokal dan Pemda setempat.
"Kita berharap Pemda bisa lebih gencar memberikan pendidikan kepada masyarakat agar lebih menghargai dan menghormati peran pers di wilayah konflik. Kita juga akan melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk mendorong adanya dialog penyelesaian masalah," tutur Akuat.
Ridwan Salamun tewas dikeroyok saat meliput bentorkan dua massa di Tual, Maluku, Sabtu (21/8). Ridwan mendapat luka tusukan dan penganiayaan di sekujur tubuhnya. Tragisnya lagi, jenazah korban sempat dibiarkan tergeletak begitu saja di lokasi kejadian sekitar 2 jam. Tidak ada warga yang berani menolong atau mengevakuasi korban karena situasi saat itu sangat mencekam.
(djo/nrl)











































