Pembangkit nuklir tersebut akan dibangun di daerah al-Dabba, sekitar 160 kilometer sebelah barat Alexandria.
Keputusan Mubarak ini mengakhiri kontroversi yang telah berlangsung setahun mengenai lokasi pembangunan pembangkit nuklir tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mubarak membuat keputusan itu setelah pembicaraan dengan anggota-anggota Dewan Tertinggi Energi Nuklir Mesir.
Pada Oktober 2007 silam, Mubarak mengumumkan Mesir akan memulai program pembangunan beberapa fasilitas nuklir penghasil energi guna memenuhi kebutuhan Mesir akan listrik yang terus meningkat.
Pemimpin Mesir itu berjanji akan bekerja sama secara erat dengan badan pengawas nuklir PBB, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Mubarak pun menegaskan bahwa Mesir tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir.
(ita/nrl)
