Namun pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, menegaskan bahwa ancaman Bendera tersebut hanyalah omong kosong belaka.
Menurut pejabat KBRI tersebut, Widyarka Ryananta, seperti diberitakan harian Malaysia, The Star, Kamis (26/8/2010), ancaman sweeping tersebut hanyalah taktik Bendera untuk mencari perhatian. Widyarka mengatakan, dirinya sangat yakin bahwa warga Malaysia aman di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat kecewa akan penyalahgunaan busuk Bendera atas kebebasan berekspresi yang ada di negara kami," kata diplomat Indonesia yang menjabat Penasihat Menteri Indonesia untuk Informasi, Sosial dan Budaya untuk Malaysia.
"Mereka cuma kelompok minoritas yang melancarkan wacana ekstrem," tuturnya.
Pada 23 Agustus lalu sekelompok demonstran yang menamakan diri mereka Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedubes Malaysia di Jakarta.
Dalam aksinya, demonstran melemparkan tinja ke halaman Kedubes dan menginjak-nginjak bendera Malaysia. Aksi tersebut sebagai protes atas penangkapan tiga petugas KKP Kepri oleh polisi Malaysia belum lama ini. Ketiga petugas tersebut telah dibebaskan pada 17 Agustus lalu.
(ita/nrl)











































