Harian The Star misalnya, menulisnya dengan judul "Malaysia losing patience after demos in Jakarta embassy".
"Pemerintah telah mengingatkan bahwa kesabarannya semakin tipis menyusul aksi protes kasar oleh sekelompok warga Indonesia terhadap negara ini," demikian tulis The Star mengawali pemberitaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Malaysia menyatakan telah hilang kesabaran dan mengirimkan surat protes ke Indonesia menyusul demonstrasi yang dipicu oleh masalah maritim di mana kotoran manusia dilemparkan ke kedutaannya di Jakarta," demikian tulis Malaysia Kini mengawali artikelnya.
Harian Malaysia lainnya, New Straits Times dalam situsnya juga mengutip pernyataan Menlu Anifah soal pelemparan tinja tersebut.
"Warga Malaysia berkepala dingin dan sabar. Sesuatu harus dilakukan untuk memastikan demonstrasi di sana terkendali sebelum warga Malaysia kehilangan kesabaran mereka," ujar Anifah.
Bahkan Anifah mengancam, jika memang diharuskan, Malaysia akan mengeluarkan imbauan bagia warga Malaysia untuk tidak bepergian ke Indonesia.
"Jika situasi mengharuskan, kami akan mengeluarkan imbauan perjalanan. Saya akan mengimbau warga Malaysia untuk tidak bepergian ke sana kecuali karena urusan mendesak," kata Anifah.
Pada 23 Agustus lalu sekelompok demonstran yang menamakan diri mereka Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedubes Malaysia di Jakarta.
Dalam aksinya, demonstran melemparkan tinja ke halaman Kedubes dan menginjak-nginjak bendera Malaysia. Aksi tersebut sebagai protes atas penangkapan tiga petugas KKP Kepri oleh polisi Malaysia belum lama ini. Ketiga petugas tersebut telah dibebaskan pada 17 Agustus lalu.
(ita/nrl)











































