Hasil penyidikan Lindungan Keselamatan Kerja (LK3) Pertamina menyatakan, tekanan berasal dari biogas akibat proses biologis di parit/got (sepanjang Cikini terjadi beberapa trotoar yang rusak) meletup melalui saluran got dan berakhir di SPBU karena lebih tinggi.
"Tidak ada kebocoran di SPBU, hanya terkena imbas," kata Manager Media PT Pertamina Persero, Wianda Pusponegoro, melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (26/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wianda menyatakan, saat ini masih dilakukan kajian lebih lanjut dari Polres & LK3 untuk memastikan ledakan itu. Dengan demikian dapat ditemukan akar masalahnya dan diantisipasi agar tidak terjadi lagi dikemudian hari.
(aan/nrl)










































