Dipecat dari Militer, Pasangan Gay Akan Tuntut Dephan Spanyol

Dipecat dari Militer, Pasangan Gay Akan Tuntut Dephan Spanyol

- detikNews
Kamis, 26 Agu 2010 02:02 WIB
Dipecat dari Militer, Pasangan Gay Akan Tuntut Dephan Spanyol
Barcelona - Pasangan gay yang juga anggota militer Spanyol dikeluarkan dari keanggotaannya sebagai militer. Atas pemecatan ini, pasangan tersebut mengaku sangat dilecehkan dan akan menuntut Departemen Pertahanan Negeri Matador.

Alberto Linero Marchena, anggota militer Spanyol yang secara resmi diberhentikan dari Angkatan Udara pada tanggal 1 September 2010 nanti mengaku kontraknya tidak dilanjutkan. Atas putusan yang dianggapnya tidak adil ini, dia berencana akan mengajukan gugatan kepada Kementerian Pertahanan Spanyol.

Dalam sebuah konferensi pers di selatan kota Seville, Spanyol, seperti dilansir AFP, Kamis (26/8/2010), Marchena mengaku mengalami ketidakadilan serta pelecehan dari institusi tempat dia berbakti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marchena menikah dengan rekannya sesama tentara, Alberto Sanchez, pada bulan September 2006. Pasangan sesama jenis tersebut merupakan pasangan gay tentara pertama yang menikah di Spanyol.

Upaya menyingkirkan pasangan gay tersebut dari dunia militer mulai berlangsung pada tahun 2008. Marchena mengaku 'dirumahkan' selama beberapa minggu lantaran mengalami sebuah kecelakaan.

Tapi ternyata pihak Angkatan Udara Spanyol menolak dia untuk bekerja kembali. Marchena malah disarankan untuk menjalani terapi psikologis jika ingin kembali bekerja sebagai tentara.

Kementerian Pertahanan Spanyol akhirnya bersuara. Marchena tidak diperpanjang kontraknya lantaran dia dianggap tidak menguntungkan.

Pada tahun 2005 pemerintahan sosialis Spanyol, lewat Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero mengeluarkan peraturan yang memperbolehkan kawin sejenis. Sejak saat itulah, ribuan perkawinan gay telah berlangsung di negara indah tersebut.

Namun demikian, bukan berarti aturan ini disepakati semua kalangan. Pihak Gereja Katolik Roma di Spanyol dan Partai Konservatif Spanyol menentang aturan yang dianggap kontroversial ini.

(anw/ahy)


Berita Terkait