Polisi Kolombia Selidiki Daftar Target Pembunuhan di Facebook

Sudah 3 Orang Tewas

Polisi Kolombia Selidiki Daftar Target Pembunuhan di Facebook

- detikNews
Rabu, 25 Agu 2010 15:09 WIB
Bogota - Kepolisian Kolombia mulai menyelidiki pembunuhan tiga remaja yang nama-namanya masuk dalam daftar target pembunuhan yang diposting seseorang di situs jejaring sosial Facebook.

Beberapa tim kepolisian telah dikirimkan ke Kota Puerto Asis, Kolombia selatan, tempat pembunuhan itu terjadi. Demikian disampaikan pejabat kepolisian setempat, Jose Leon Riano seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (25/8/2010).

Tim kepolisian tersebut dikirimkan untuk menemukan siapa yang membuat daftar yang telah menimbulkan kepanikan di kota tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut kepolisian setempat, rentetan pembunuhan itu bermula pada 16 Agustus lalu ketika dua remaja tewas ditembak saat sedang mengendarai sebuah motor. Kedua korban berumur 16 dan 17 tahun.

Sehari kemudian, siswa-siswa Puerto Asis menerima hit lists via Facebook berisi 69 nama-nama termasuk dua remaja yang tewas tersebut. Dalam daftar tersebut disertai statemen yang mengingatkan mereka yang namanya masuk dalam daftar tersebut agar meninggalkan kota itu dalam waktu tiga hari atau jika tidak, akan dibunuh.

Kebanyakan nama-nama yang masuk dalam daftar pembunuhan itu berumur di bawah 18 tahun.

Beberapa hari setelah pembunuhan dua remaja tersebut, seorang remaja lainnya di Puerto Asis tewas dibunuh. Praktis sejak daftar tersebut beredar sudah 3 orang yang tewas. Dan nama ketiga korban masuk dalam daftar pembunuhan yang diposting di Facebook tersebut.

Pembunuhan demi pembunuhan itu langsung menimbulkan kepanikan di kalangan para orangtua yang nama-nama anak mereka masuk dalam daftar tersebut. Bahkan banyak dari mereka yang memutuskan pindah ke kota lain.

Di antara tim kepolisian yang dikirimkan untuk menyelidiki kasus termasuk para pakar internet. Mereka akan menyelidiki siapa yang berada di balik hit lists tersebut.

Otoritas setempat mencurigai keterlibatan sebuah geng kriminal yang belum lama ini memperluas operasinya ke kota tersebut dan mengintimidasi penduduk setempat.

(ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads