Dubes RI untuk Malaysia Jenderal (Purn) Da'I Bachtiar menjelaskan lika-liku diplomasi RI demi melepaskan 3 WNI itu. Berikut kronologinya:
14 Agustus
Β
- Pagi hari, Kedubes RI mendapat laporan atas insiden penangkapan malam harinya. Saat itu juga Dubes berkoordinasi dengan semuat Konsulat Jenderal.
-Siang hari, Dubes dapat info 3 petugas KKP berada di kepolisian Johor Baru. Tapi belum dapat akses ke sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
-Malam hari, Dubes mengirim pesan ke Wakil Kepala Polisi Diraja Malaysia, namun masih belum ada perkembangan.
15 Agustus
-Pagi hari, Dubes memperoleh informasi yang cukup tentang 3 petugas KKP yang ditahan dari lapangan. Sementara kepolisian Malaysia belum mendapat informasi, meski mereka mengaku sudah mendengar; Dubes mendapat instruksi dari Menlu Marty Natalegawa untuk segera mengusahakan pembebesan.
-Dubes tetap tidak bisa menghubungi Kementerian Luar Negeri Malaysia karena di Malaysia Sabtu-Minggu tidak lazim digunakan untuk diplomasi.
16 Agustus
-Pagi hari, Dubes berhasil komunikasi dengan Kepala Polisi Diraja Malaysia. Polisi berjanji melepaskan sore hari.
-Tengah malam pukul 00.00 waktu setempat, Kepala Polisi Diraja Malaysia belum bisa memenuhi janji melepaskan 3 petugas KKP, dengan alasan belum bisa berkoordinasi dengan pihak terkait, Jaksa Agung (karena sudah diperiksa) dan Menlu. Polisi janji bebaskan besok harinya.
17 Agustus
-Pukul 08.00 waktu Malaysia, 3 petugas KKP belum juga dilepaskan oleh kepolisian Johor Baru, meski Kepala Polisi Diraja mengatakan sudah dilepaskan. Petugas pengantar minta paper (surat).
-09.30 dilepaskan dan 10.20 sampai di KJRI Johor Baru dan ikut upacara peringatan kemerdekaan.
(lrn/mad)










































