Menurut sumber diplomatik AS, Carter (85) dan istrinya terbang dengan menggunakan pesawat pribadi, bukan pesawat militer AS. Demikian seperti diberitakan kantor berita resmi Korsel, Yonhap dan dilansir Reuters, Rabu (25/8/2010).
Sebelumnya seorang pejabat AS telah mengatakan, Carter akan pergi ke Korut untuk misi kemanusiaan pribadi guna mengupayakan pembebasan Aijalon Mahli Gomes, warga AS yang telah dijatuhi hukuman delapan tahun kerja paksa di Korut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunjungan Carter ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea menyusul serangan torpedo yang menenggelamkan kapal perang Korsel pada Maret lalu. Pemerintah Korsel menuding Korut sebagai pelaku serangan tersebut. Buntutnya, Washington pun mengumumkan sanksi yang lebih luas terhadap Pyongyang.
Mantan Presiden AS Bill Clinton tahun lalu melakukan misi kemanusiaan serupa ke Korut. Clinton berhasil mendapatkan persetujuan Korut untuk membebaskan dua jurnalis AS. Keduanya ditahan atas tuduhan masuk secara ilegal ke Korut.
Kunjungan Clinton tersebut kemudian diikuti dengan dialog antara Pyongyang dan Washington guna menghentikan serangkaian provokasi oleh Korut.
(ita/nrl)










































