Pengumuman ini disampaikan oleh juru bicara Kepresidenan Edwin Lacierda, di tengah-tengah kemarahan yang meluas oleh warga dan pemerintah Hong Kong atas insiden berdarah yang terjadi pada Senin (23/8) kemarin.
"Di tengah insiden ini, presiden mengeluarkan 'proklamasi 23', menyatakan 25 Agustus 2010 sebagai hari berkabung nasional," terang Edwin seperti dilansir AFP, Selasa (24/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edwin mengatakan, Presiden Aquino telah bertemu dengan Duta Besar China di Manila, Liu Jianchao pada Selasa, untuk menjelaskan lebih lanjut soal drama penyanderaan.
"Presiden meyakinkan pemerintah China bahwa pemerintah Filipina akan memberikan bantuan kepada para korban dan keluarga korban," jelasnya
Presiden Aquino juga menjanjikan kepada pemerintah China bahwa penyelidikan atas insiden ini berlangsung cepat dan juga menjamin keselamatan setiap warga China yang mengunjungi Filipina.
(nvc/ape)











































