"Dia sampaikan permohonan maaf melalu pengacaranya ke saya. Dia menyatakan maksudnya itu dia diminta oleh pengacara (Haposan) untuk nama-namanya ini.Β Tapi dia tidak tahu apakah diterima atau tidak," ujar Ito.
Hal ini disampaikan Ito, usai buka puasa bersama di Restoran Bumbu Desa, Jl Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (24/8/2010).
Menurut Ito, Gayus menyampaikan permintaan maaf tersebut tadi pagi melalui telepon. Ito menjelaskan kalau Gayus berjanji akan menjernihkan masalah ini pada persidangan berikutnya.
"Mungkin di sidang berikutnya dia akan sampaikan agar masalah ini jadi clear. Jangan sampai pejabat publik tidak dipercaya masyarakat," jelas jenderal bintang tiga ini.
Ito menambahkan, mengenai kebenaran uang Rp 5 miliar yang telah Gayus keluarkan, menurutnya bisa didalami kepada orang yang menerima langsung dari Gayus.
"Yang terima siapa dari tangan Gayus. Yah pasti di sana, tinggal didalami saja," tukasnya.
Ito juga menerangkan terkait pembukaan blokir rekening Gayus. Menurut Ito, saat itu pembukaan blokir rekening Gayus dilakukan oleh pejabat di bawah Kabareskrim karena masih dalam masa transisi.
"Kejadian itu diputus pada Oktober. Bulan November dibuka blokir oleh pejabat di bawah Kabareskrim. Kenapa harus dibuka oleh pejabat di bawah Kabareskrim? Karena saat itu vacum, belum ada sertijab, sertijab Desember," terang Ito.
(ddt/ape)











































