GPS Kapal DKP Tak Aktif, RI Sulit Berdiplomasi

GPS Kapal DKP Tak Aktif, RI Sulit Berdiplomasi

- detikNews
Selasa, 24 Agu 2010 19:26 WIB
Jakarta - Matinya perangkat Global Positioning System (GPS) di kapal patroli Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) saat melakukan penangkapan terhadap nelayan Malaysia, dinilai akan menjadi kendala diplomasi dalam penyelesaian masalah ini.

Padahal rekaman GPS yang menunjukan posisi kapal tersebut sebenarnya bisa menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk berdiplomasi dengan Malaysia.

"Kami mengakui bahwa lemahnya baterai GPS yang membuat alat itu tidak aktif menjadi kelemahan Indonesia untuk berdiplomasi," ujar Dirjen Pengwasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan, Aji Sularso dalam rapat dengan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Aji, saat petugas DKP akan berangkat untuk menangkap kapal nelayan di Tanjung Berakit, Utara Pulau Bintan, baterai GPS tersebut masih penuh. Namun di tengah laut tiba-tiba drop.

"Saat itu petugas tidak membawa baterai cadangan," sesal Aji.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin pun menyayangkan hal ini. Menurutnya tanpa rekaman perjalanan di memori GPS, akan sulit bagi Indonesia untuk beradu argumen dengan Malaysia. Namun dia menjelaskan saat ditangkap, kapal patroli DKP sudah menjorok ke perairan Indonesia.

"Tapi yang jelas saat petugas kepolisian Malaysia melakukan penangkapan, itu 30 menit jaraknya dari TKP (menjorok ke Indonesia)," ungkapnya.

(rdf/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini