"Tidak heran Buyung merasa kecewa ketika saya menggugat keabsahan Jaksa Agung. Sebab Buyung dan Hendarman setali tiga uang, sama-sama haus dan rakus jabatan. Jadi wajar saja kalau Buyung membela Hendarman," kata Yusril dalam siaran pers, Selasa (24/8/2010).
Dia menjelaskan, dalam sidang itu, alih-alih mengemukakan pendapat ahli, Buyung malah menyerang Yusril dengan berbagai pernyataan. Buyung justru mengemukakan penyesalannya karena Yusril menggugat keabsahan Jaksa Agung Hendarman Supandji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusril juga mengkritik sikap Buyung yang seolah-olah menikmati jabatan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
"Meskipun kabinet sudah bubar, Hendarman tetap merasa dirinya jadi Jaksa Agung. Buyung sama saja. Meskipun jabatan Wantimpres sudah habis, Buyung masih berkoar-koar ke sana ke mari seolah-olah dia masih Wantimpres. Saya mempertanyakan apakah Buyung berhenti atau tidak, dalam konteks ingin menggambarkan betapa amburadul administrasi Pemerintahan SBY," tutupnya.
(ndr/fay)










































