Timothy Cloud divonis pada Senin, 23 Agustus waktu setempat setelah mengaku bersalah pada persidangan Mei lalu. Demikian seperti diberitakan News.com.au, Selasa (24/8/2010).
Pria berumur 63 tahun itu mengaku telah mengirimkan surat-surat yang dibubuhi serbuk putih sehingga dikira mengandung anthrax. Namun setelah diteliti lebih jauh, serbuk tersebut tidak mengandung bahan berbahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ita/fay)










































