Otoritas Filipina Dituding Terlalu Lamban

Drama Penyanderaan Manila

Otoritas Filipina Dituding Terlalu Lamban

- detikNews
Selasa, 24 Agu 2010 10:53 WIB
Manila - Delapan turis Hong Kong tewas dalam drama penyanderaan bus wisata di Manila, Filipina. Seorang penumpang bus yang selamat dalam tragedi itu menuding otoritas Filipina terlalu lamban dan tidak peduli pada penderitaan mereka. Aksi penyanderaan itu berakhir tragis setelah berlangsung sekitar 12 jam.

Seorang wanita Hong Kong yang menyebut dirinya, Nyonya Leung, marah karena polisi Manila begitu terlambat untuk menyelamatkan mereka. Menurut wanita itu, suaminya tewas dalam krisis penyanderaan itu saat berusaha mencegah pelaku penyanderaan, Rolando Mendoza, menembak penumpang lain dalam bus wisata mereka.

"Itu sangat terlambat. Kenapa tak ada yang menolong kami setelah berjam-jam?" ujar wanita itu kepada TV kabel Hong Kong seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (24/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada begitu banyak orang di bus, tapi tak ada yang datang menyelamatkan kami. Kenapa?" tanya Leung dengan kesal.

"Kami dalam ketakutan selama berjam-jam. Saya anggap ini sangat kejam," cetus Leung.

Dikatakan Leung, suaminya mengorbankan dirinya demi penumpang bus lainnya. "Saya sebenarnya ingin mati bersama dia. Tapi saya memikirkan anak-anak saya. Saya kehilangan dia," ujarnya sembari menangis.

Tragedi itu pada Senin, 23 Agustus pagi itu berawal ketika Mendoza yang bersenjatakan M-16, membajak sebuah bus wisata di Manila. Mantan anggota kepolisian yang dipecat itu melakukan penyanderaan sebagai upaya mendapatkan kembali pekerjaannya.

Negosiasi berakhir gagal pada Senin malam ketika Mendoza mulai menembaki penumpang bus. Pasukan komando Filipina pun maju menggempur bus tersebut hingga korban jiwa pun terus berjatuhan. Drama penyanderaan itu berakhir dengan kematian 8 turis Hong Kong dan tujuh orang terluka. Mendoza pun tewas diterjang peluru aparat.
(ita/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini