"Insiden penyanderaan serius terjadi di Filipina. Warga Hong Kong harus menghindari semua perjalanan ke negeri itu," ujar juru bicara pemerintah Hong Kong dalam pernyataan resminya seperti dilansir AFP, Selasa (24/8/2010).
"Mereka yang telah berada di sana harus memperhatikan keselamatan pribadi mereka dan menerapkan kewaspadaan," imbuh juru bicara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Hong Kong mengkritik cara polisi Filipina menangani penyanderaan yang terjadi Senin, 23 Agustus kemarin. Pelaku penyanderaan adalah mantan kapten polisi yang dipecat, Rolando Mendoza. Pria berumur 55 tahun itu bersenjatakan senapan M-16.
Mendoza menyandera sebuah bus wisata dalam upayanya mendapatkan kembali pekerjaanya. Secara total, 22 turis Hong Kong disandera bersama-sama tiga warga Filipina, masing-masing seorang pengemudi, seorang pemandu wisata dan seorang jurufoto. Dalam krisis penyanderaan itu, Mendoza pun akhirnya tewas diterjang peluru polisi. (ita/fay)











































