"Ini yang masih kita kembangkan," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol Baharuddin Djafar saat dihubungi detikcom, Selasa (24/8/2010).
Baharuddin memastikan jika MRA tidak termasuk di dalam 16 orang pelaku Bank Niaga. Namun, lanjut Baharuddin, tidak tertutup kemungkinan jaringan MRA kenal dengan 16 pelaku tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Baharuddin, MRA sudah mengaku jika memiliki dua buah senjata, SS-1 dan AK-47. Untuk yang SS-1, polisi berhasil mengamankan. Sedangkan AK-47, MRA mengaku sedang dipinjam rekannya. Meski jenisnya berbeda, polisi juga masih menelusuri apakah senjata MRA juga digunakan oleh pelaku Bank Niaga.
"Di Bank Niaga itu AK-56, tapi awalnya juga kita duga itu AK-47, setelah diteliti dengan yang ahli, baru ketahuan itu AK-56. Jadi siapa tahu yang AK-47 itu ternyata AK-56," terang Baharuddin.
Perampokan Bank CIMB Niaga di Medan terjadi, Selasa (17/8) siang. Dalam foto yang beredar terlihat dua pelaku menenteng senjata M-16, AK-56 dan pistol jenis FN saat berjaga di luar bank.
Selain itu, ada seorang perampok berkemeja lengan panjang warna biru yang membawa tas besar saat akan meninggalkan bank itu. Diduga tas besar warna biru itu berisi uang. Pelaku yang berjumlah 16 orang itu menggunakan sepeda motor dalam menjalankan aksinya.
Sebagaimana laporan CIMB Niaga, perampok menggondol uang sekitar Rp 400 juta dari bank tersbut. Mereka perampok juga merampas telepon seluler milik karyawan. Dalam perampokan ini, seorang anggota Brimob, Briptu Imanuel Simanjuntak, tewas dan dua satpam mengalami luka parah ditembak perampok.
(mok/mok)










































