"Kalau sampai Ruhut itu bisa merubah UUD 1945 dan menjadikan masa jabatan presiden tiga periode, saya akan pulang jalan kaki dari sini (Rumah PAN di kawasan Warung Buncit), ke rumah saya (di Taman Gandaria, Pondok Indah)," seloroh Amien usai menghadiri acara buka puasa bersama untuk memperingati HUT PAN ke-12 di Rumah PAN, Jl Warung Buncit Jakarta Selatan, Senin (23/8/2010) malam.
Ketua MPP PAN, ini mengatakan, usulan yang dilemparkan oleh Ruhut itu hanya sebuah dagelan politik. Paling tidak menurutnya, dengan tampilnya jubir PD itu ke publik dengan membawa pernyataan yang menuai pro dn kontra, masyarakat jadi semakin ingat bahwa masa jabatan presiden itu tidak bisa lebih dari dua periode.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah itu bisa menyentakkan dan mengingatkan kesadaran masyarakat untuk memperingatkan dua periode saja (masa jabatan presiden), seorang Ruhut kemudian tampil," jelas Amien yang pada acara tersebut mengenakan batik berwarna biru.
Amien tidak mau berspekulasi apakah ada pihak kedua yang melatarbelakangi pernyataan Ruhut tersebut. Hanya saja menurut Amien, usulan tersebut sengaja dibuat untuk melihat reaksi yang timbul dari masyarakat.
"Ada yang mengatakan ini cuma testing in the water, kalau masyarakat diam mungkin akan dilanjutkan dan dikampanyekan. Saya kira ini benang basah yang tidak mungkin dilakukan dan itu titik (tidak mungkin terjadi)," tutup Amien.
(lia/mok)











































