"Itu hak asasi dia, kita hargai. SB masuk ke partai lain kita hargai, apa dia bentuk partai baru, kita hargai," kata Amien kepada wartawan usai buka puasa di kantor DPP PAN Warung Buncit, Jakarta, Senin (23/8/2010).
Menurut mantan ketua MPR ini, masuk dan keluarnya kader PAN itu hal yang biasa dalam politik. Oleh karena itu, PAN tidak akan meributkan keluarnya SB dan beberapa kader lain seperti Sayuti Asyatri yang meloncat menjadi ketua umum partainya Ryas Rasyid, PDK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amin menegaskan bahwa partainya tidak akan terlarut sedih dengan mundurnya SB. Sebab jika hanya mengurusi satu atau dua kader yang keluar, PAN hanya akan menjadi partai yang kerdil.
"Kalau PAN hanya ngeributin satu-dua kader yang keluar, nanti kami jadi partai yang kerdil," tegasnya.
Namun demikian, Amien tetap mengapresiasi pengabdian dan pengorbanan SB selama memimpin PAN. Sebab di tangan SB, APN masih tetap bisa bertahan di posisi 5 sebagaimana saat PAN dipimpin Amien.
"SB punya kontribusi besar kepada PAN, setidaknya meski berbeda, saat memimpin PAN, dia bisa mempertahankan posisi PAN diurutan ke 5. Sama saat PAN saya pimpin," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa yang baru tiba di lokasi acara saat jamaah salat Magrib digelar cenderung bungkam saat dimintai tanggapan soal mundurnya SB. Hatta cenderung menghindar dari pertanyaan soal SB dan lebih suka menjawab pertanyaan lain.
Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua Umum DPP PAN Drajad Wibowo. Menurut dia, karena sampai saat ini belum mendengar langsung pengunduran diri SB dari PAN, dia tidak akan mengomentari soal mundurnya SB dari PAN.
"Saya dan saya kita pak sekjen belum mendegar langsung soal mundurnya Mas Tris, jadi saya kita saya tidak perlu komentari dulu sekarang. Nanti kalau sudah, baru kita akan klarifikasi," terangnya. (yid/mok)










































