"Kita tidak incar menteri, kok Ruhut lebih tahu dari saya yang Sekjen Golkar. Ruhut jangan urusin partai lainlah, kalau mau ribut di partainya sendiri," ujar Idrus kepada detikcom, Senin (23/8/2010).
Menurut Idrus, reshuffle kabinet menjadi hak prerogatif Presiden. Ruhut diminta Idrus tidak terus memanaskan suasana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idrus menjelaskan, partainya tidak masalah kalaupun ada reshuffle kabinet. Namun Idrus membantah bahwa Golkar mendorong reshuffle untuk memasukkan kadernya.
"Kalau evaluasi ya silakan saja. Sewaktu waktu-waktu sebagai pengguna Presiden berhak mengevaluasi, dan itu kita tidak ikut-ikut," tutupnya.
(van/anw)











































