Desakan tersebut disampaikan 3 organisasi kewartawanan di Pekanbaru. Ketiga organisasi itu adalah PWI Riau, Soladaritas Wartawan Untuk Tranparansi (SOWAT), dan Forum Wartawan Legislatif (FWL). Mereka mendatangi kantor DPRD Pekanbaru dan melaporkan perbuatan Yose kepada Ketua BK DPRD Pekanbaru, Syaid Usman Abdullah.
"Kami meminta BK untuk segera memproses laporan kami ini. Karena Yose tindakannya tidak bisa ditolerir. Selaku anggota dewan tidak sepantasnya membuka celana dan meminta agar patatnya difoto oleh wartawan," kata Ketua SOWAT, Syahnan Rangkuti, Senin (23/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi pengaduan tersebut, Ketua BK DPRD Pekanbaru, Syaid Usman Abdullah berjanji akan memanggil Yose Saputra. Sebelum kasus ini terjadi, Yose juga pernah melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepada Sekretaris Komisi I DPRD Pekanbaru, Khamaruzaman.
"Kami sudah meminta badan musyawarah mengagendakan pembacaan putusan BK dalam kasus Yose pada sidang paripurna mendatang dalam kasus pertamanya menyiram air dan akan melempar kursi. Sedangkan kasus dengan wartawan ini, akan kita panggil dia, bila perlu kita konfrontir," kata Syaid.
Kasus ini pamer patat ini terjadi pada 12 Agustus 2010. Saat itu kedua wartawan tadi sedang berkeliling kedung DPRD Pekanbaru untuk menemui salah satu anggota dewan. Ketika dua wartawan ini membuka pintu ruang BK, mereka bertemu dengan Yose Saputra sedang tidur-tiduran di sofa hanya mengenakan kaus dalam. Spontan Yose memanggil wartawan tersebut dengan bahasa Minang.
“Woi, kalian wartawan kan. Foto lancik den iko, muek dikoran ang, gadang-gadang yo (kalian wartawan kan? Foto patatku ini, muat di koran kalian yang besar-besar)," ucap Yose sambil menunggingkan patatnya sebagaimana diungkapkan Zulfikri.
Yose Saputra di gedung DPRD Pekanbaru kepada wartawan, membantah sejumlah tudingan tersebut. Menurutnya, dia tidak bermaksud menghina wartawan dan tidak pula pamer pantatnya. “Saya cuma bilang, kalian jangan masuk, nanti terfoto pantat aku. Jadi sama sekali tidak bermaksud melakukan pelecehan terhadap wartawa,” kata Yose kepada wartawan.
Tapi uangkapan igtu dibantah oleh Zulfikri. Menurutnya, setelah kasus ini dilaporkan ke polisi, Yose sudah menghubunginya meminta maaf dan mengaku khilaf atas perbuatannya itu. “Ucapan maafnya lewat telepon itu juga didengar oleh kawan-kawan wartawan, karena saat itu saya buka speaker HP saya,” kata Zulfikri.
(djo/djo)











































